Setelah mempersiapkan mental dengan mengenal pengalaman pertama kali umroh dan menyiapkan peralatan yang dibutuhkan, satu hal penting lain yang perlu dipikirkan matang-matang adalah anggaran. Bagi banyak jamaah pemula, biaya sering menjadi kendala utama yang membuat niat berumroh tertunda. Padahal, dengan perencanaan yang tepat, ibadah ke Tanah Suci bisa tetap khusyuk dan nyaman tanpa harus mengeluarkan biaya berlebihan.
Berikut beberapa tips hemat biaya umroh yang bisa dijadikan panduan.
1. Pilih Waktu Keberangkatan yang Tepat
Harga paket umroh sangat dipengaruhi oleh musim. Menghindari periode puncak seperti musim liburan sekolah, Ramadan, atau menjelang haji bisa menghemat biaya cukup signifikan, karena harga tiket pesawat dan akomodasi hotel di Makkah-Madinah cenderung naik drastis pada masa-masa tersebut. Bulan-bulan low season biasanya menawarkan harga paket yang jauh lebih bersahabat.
2. Bandingkan Beberapa Travel Umroh Resmi
Jangan tergiur harga murah tanpa memeriksa legalitas travel terlebih dahulu. Pastikan biro perjalanan sudah terdaftar dan mengantongi izin resmi dari Kementerian Agama. Setelah itu, bandingkan minimal tiga hingga lima travel untuk melihat komponen apa saja yang termasuk dalam paket — apakah sudah mencakup tiket pesawat, visa, hotel, konsumsi, transportasi lokal, dan pembimbing ibadah. Paket yang tampak lebih murah terkadang justru mengurangi fasilitas penting.
3. Pilih Jenis Kamar Hotel yang Sesuai Kebutuhan
Salah satu komponen biaya terbesar dalam paket umroh adalah akomodasi. Kamar hotel quad (isi 4 orang) atau triple (isi 3 orang) jauh lebih murah dibanding kamar double atau single. Bagi jamaah yang berangkat bersama keluarga atau teman, memilih kamar isi lebih banyak bisa memangkas biaya cukup besar tanpa terlalu mengorbankan kenyamanan.
4. Manfaatkan Program Tabungan Umroh
Banyak bank syariah dan lembaga keuangan menyediakan program tabungan khusus umroh dengan setoran rutin bulanan. Cara ini membantu mengumpulkan dana secara bertahap dan terencana, sekaligus menghindari kebutuhan berutang dalam jumlah besar mendadak. Beberapa travel umroh juga menawarkan skema cicilan resmi yang bisa dipertimbangkan.
5. Bawa Bekal dan Kebutuhan Pribadi dari Rumah
Sebagaimana sudah dibahas pada artikel sebelumnya soal peralatan yang perlu dibawa, membawa sendiri perlengkapan pribadi seperti obat-obatan, mukena atau ihram, sandal, dan kebutuhan mandi bisa mengurangi pengeluaran tak terduga di Tanah Suci. Barang-barang serupa yang dijual di sekitar Masjidil Haram atau Masjid Nabawi biasanya dipatok dengan harga lebih tinggi karena sasarannya adalah wisatawan.
6. Atur Pengeluaran Belanja Oleh-Oleh
Godaan belanja oleh-oleh di Makkah dan Madinah cukup besar, mulai dari kurma, air zamzam, hingga suvenir. Menetapkan anggaran khusus belanja sejak dari rumah dan mendisiplinkan diri untuk tidak melebihi batas tersebut akan sangat membantu menjaga kondisi keuangan tetap sehat sepulang umroh.
7. Gunakan Transportasi dan Fasilitas yang Disediakan Rombongan
Mengikuti jadwal dan transportasi yang sudah disediakan oleh travel jauh lebih hemat dibanding menyewa kendaraan pribadi secara mandiri di sana. Selain menghemat biaya, cara ini juga lebih aman terutama bagi jamaah yang baru pertama kali berangkat.
8. Perhatikan Biaya Tersembunyi
Sebelum menandatangani kontrak dengan travel, tanyakan secara detail apakah ada biaya tambahan di luar paket, seperti city tour, ziarah ke tempat-tempat bersejarah, atau biaya kelebihan bagasi pesawat. Memahami rincian ini sejak awal akan mencegah kejutan biaya di kemudian hari.
Penutup
Hemat biaya umroh bukan berarti mengorbankan kualitas ibadah. Dengan perencanaan matang — mulai dari memilih waktu keberangkatan, travel yang tepat, hingga mengatur pengeluaran pribadi — jamaah pemula tetap bisa merasakan pengalaman umroh yang khusyuk dan berkesan tanpa beban finansial berlebihan. Kombinasikan tips ini dengan persiapan mental dan perlengkapan yang sudah dibahas sebelumnya agar perjalanan ibadah ke Tanah Suci benar-benar maksimal.